Hal ihwal entah kenapa saya sangat suka terhadap Militer dan dunia ketentaraan, padahal keberadaan Prajurit di Aceh bagi sebagian masyarakat adalah mimpi buruk. Trauma masa lalu terhadap operasi yang pernah dilakukan TNI (Tentara Nasional Indonesia) sepertinya memang begitu membekas di sini, bahkan sampai sekarang meskipun “katanya” TNI telah bermetamorfosis menjadi lebih professional kami tetap tak berani menatap mereka di jalan.
Tapi saya tidak hendak membicarakan segmen trauma, itu intermezzo aja.
Meskipun suka pada Militer tapi saya belum pernah tes masuk ketentaraan, berhubung body tidak mendukung, ya terpaksa cita-cita dibelokkan jadi airsoft aja, yang penting tetap tidak putus asa. Terkadang kawan2 menganggap saya makhluk aneh, di saat orang cinta sukses menjadi pengusaha saya malah tergila-gila dengan profesi anti kebebasan.
Ya namanya juga cinta, mau diapakan juga, ya tetap cinta.
Blog ini sengaja saya buat sebagai media menyampaikan pendapat saya tentang kemiliteran khususnya tentara dalam negeri, juga sebagai apresiasi dan penghormatan atas dedikasi TNI (Tentara Nasional Indonesia) selama ini, baik di medan tempur maupun relawan dalam bencana. Pesan awal saya kepada TNI, jagalah terus manunggal bersama rakyat, karena sesungguhnya kalian berasal dari sana. Seperti kata pepatah, Pantang Mundur Sebelum di Kubur. Selamat bekerja pak Jendral, selama engkau benar kami rakyat pasti akan membuatmu tenar.
Pengelola
Muhammad Firza Koetaradja

aneuk asee bandum dikirim uaceh oh masa konflik.
Posted by aneuk nangroe | Desember 12, 2010, 5:46 amintinya menulis masalah TNI ada honornya baaauuukknnnnyyayyaa, jadi ngajadi tentara nga masalah ihihhi
Posted by kiki bukan wanita | September 10, 2011, 9:24 am